12 hotel murah yang unik dan seru di Bali di bawah Rp500 ribu!

Cottage Murah di Bali

Cottages / August 11, 2017

Pantai dan pura adalah destinasi wisata utama yang diincar turis ketika mengunjungi Bali. Walaupun begitu, Bali sebenarnya masih menyimpan banyak tempat wisata yang tak kalah menarik.

Pantai
Pantai Pandawa
Terletak di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali Selatan, Pantai Pandawa dulunya dikenal sebagai Secret Beach karena lokasinya yang tersembunyi di belakang tebing-tebing tinggi dan ditumbuhi semak belukar. Karena akses yang cukup sulit, Pantai Pandawa sempat sepi dari kunjungan wisatawan meski sudah banyak yang mengenal keindahannya. Namun, kini Pemerintah Kabupaten Badung sudah membuka akses berupa jalan sepanjang 1, 5 km menuju pantai berpasir putih dengan hamparan air laut yang biru sempurna.

Pantai Green Bowl
Pantai Green Bowl yang terletak di Semenanjung Bukit, Bali Selatan, dikenal juga sebagai Pantai Bali Cliff dan Hidden Beach. Seperti halnya Pantai Pandawa, akses menuju Pantai Green Bowl adalah tantangan tersendiri karena harus menuruni ratusan anak tangga untuk sampai di bibir pantai. Setelah melewati situs hotel Bali Cliff Resort yang terbengkalai, pengunjung akan disambut pemandangan eksotis berupa laut yang berwarna hijau kebiruan. Satu lagi yang membuat pantai ini unik dibandingkan pantai lain di Bali adalah keberadaan gua kelelawar di dekat pantai.

Pantai Amed
Pantai Amed adalah opsi wisata yang bisa dipilih jika ingin menikmati keindahan pantai seolah milik pribadi. Terletak di bagian timur Bali, tepatnya di Karangasem, Pantai Amed terkenal dengan suasananya yang tenang serta terumbu karang yang masih terawat. Tidak heran, pantai berpasir hitam ini menjadi incaran para pecinta snorkeling dan diving. Sambil bersantai di tepi pantai, wisatawan juga bisa menikmati indahnya panorama Gunung Agung, yang merupakan gunung tertinggi di Bali.

Pantai Lovina
Berbeda dengan pantai-pantai di Bali Selatan yang mayoritas berpasir putih, Pantai Lovina memiliki pasir hitam. Meski begitu, pantai yang terletak di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali Utara ini tidak kalah mempesona dari pantai lain di Pulau Dewata. Akan tetapi, kebanyakan turis yang mendatangi Pantai Lovina ini lebih mengincar atraksi lumba-lumba hidung botol ketimbang menikmati suasana pantai. Perlu dicatat bahwa kemunculan lumba-lumba sangat bergantung pada faktor cuaca, karena mereka lebih tertarik muncul ke permukaan ketika cuaca cerah. Wisatawan pun harus datang pagi-pagi sekali agar bisa ‘mengejar’ lumba-lumba.

Pantai Keramas
Pantai Keramas di Bali sudah sangat dikenal di kalangan peselancar seluruh dunia. Terletak di Desa Keramas, Kabupaten Gianyar, Pantai Keramas lokasinya sangat dekat dengan Bali Safari and Marine Park. Sejak tahun 2000 lalu, pantai dengan ombak tinggi yang ideal untuk olahraga selancar ini telah mempesona komunitas peselancar dari berbagai negara. Untuk menuju Pantai Keramas dibutuhkan perjalanan selama satu jam dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

Alam
Monkey Forest
Berada di kawasan Ubud yang sejuk, Monkey Forest adalah salah satu obyek wisata wajib di Bali. Monkey Forest sendiri merupakan cagar alam dan komplek candi yang menjadi rumah bagi sekitar 340 ekor monyet berjenis kera ekor panjang (Macaca fascicularis). Dengan lahan seluas 27 hektar, di dalam Monkey Forest terdapat Pura Dalem Agung Padangtegal serta Pura Madia Mandala yang memiliki kolam suci serta candi lainnya yang kerap digunakan untuk upacara kremasi.

Jatiluwih
Berada di Kabupaten Tabanan, Jatiluwih merupakan areal sawah yang dinobatkan sebagai salah satu Situs Warisan Budaya UNESCO, sebagai bagian dari sistem perairan di Bali, yang dikenal sebagai subak. Memiliki luas sekitar 600 hektar, Jatiluwih berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut sehingga memiliki iklim sejuk. Jatiluwih berjarak sekitar 75 kilometer dari kawasan Bali Selatan seperti Kuta dan Legian. Dari sini, wisatawan juga bisa melanjutkan perjalanan ke Pura Ulun Danu Beratan di Bedugul (40 menit) ataupun Pura Tanah Lot (satu jam).

Taman Soekasada Ujung
Taman Soekasada Ujung atau dikenal juga dengan Taman Ujung terletak di daerah Karangasem, Bali Timur. Taman ini terletak sekitar 5 km sebelah tenggara kota Amlapura dan merupakan area peristirahatan Raja Karangasem di masa lampau. Dibangun pada tahun 1919, pengunjung bisa melihat perabotan dan foto-foto Kerajaan Karangasem di masa jayanya. Selain itu, wisatawan pun akan dibuat terpukau dengan keindahan lansekap taman serta panorama laut sebagai latar belakang.

Taman Kupu-Kupu
Selain Taman Safari, Bali juga mempunyai wisata Taman Kupu-Kupu yang mungkin belum dikenal luas di kalangan wisatawan. Berlokasi di Desa Wanasari, Tabanan, Bali Butterfly Park berdiri sejak 1996 lalu dan memiliki ratusan ekor kupu-kupu yang beterbangan di seantero taman sehingga menyerupai negeri dongeng. Salah satu kupu-kupu yang terkenal di taman ini adalah Kupu-kupu Burung Surga (Omithoptera paradisea). Untuk menikmati tempat wisata ini, pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp 15.000 per orang (wisatawan lokal) atau Rp 50.000 per orang (wisatawan asing).

Danau & Gunung Batur
Danau dan Gunung Batur termasuk obyek wisata alam terpopuler di Bali. Terletak di Penelokan Utara, Kecamatan Kintamani, wisatawan yang mengunjungi Danau Batur akan disuguhi pemandangan indah Gunung Batur sebagai latar belakangnya. Udara yang sejuk membuat banyak wisatawan asing menyukai daerah ini. Danau Batur sendiri merupakan danau terbesar di Bali yang ditetapkan sebagai Global Geopark Network atau taman bumi oleh UNESCO beberapa tahun lalu. Dari kawasan ini, pengunjung bisa mendatangi Desa Trunyan yang terkenal dengan metode pemakamannya yang unik dan berbeda dengan masyarakat Bali pada umumnya.

Budaya/Sejarah
Museum Antonio Blanco
Selain Istana Ubud, Museum Antonio Blanco adalah obyek wisata yang sayang dilewatkan ketika mengunjungi Ubud. Maestro lukis keturunan Spanyol-Amerika Serikat yang tinggal di Ubud sejak 1952 dikenal lewat karya seni yang didominasi keindahan fisik perempuan di Bali. Di museum yang dulunya merupakan kediaman Blanco ini pengunjung bisa melihat sekitar 300 karya seninya.

Desa Adat Penglipuran
Jika ingin melihat kehidupan masyarakat Bali di desa tradisional, jangan sampai melewatkan kunjungan ke Desa Adat Penglipuran di kawasan Bangli. Dengan luas wilayah mencapai 112 hektar, desa adat ini memiliki sekitar 76 kavling rumah. Salah satu rumahnya konon sudah berusia 270 tahun. Tiket parkir kendaraan serta tiket masuk yang relatif murah (Rp 5.000 – Rp 7.500) menjadikan Desa Adat Penglipuran destinasi wisata alternatif di Bali yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Wisata religi
Pura Ulun Danu Beratan Bedugul
Berlokasi di dataran tinggi Bedugul, Pura Ulun Danu Beratan merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu yang memberikan kesuburan. Pura Ulan Danu Beratan Bedugul menawarkan suasana berbeda di Bali karena kawasan ini mirip seperti Puncak, Jawa Barat, yang sangat sejuk. Suasana danau yang tenang berselimut kabut dan udara sejuk membuat Pura Ulun Danu Beratan menimbulkan kesan magis. Selain melihat pura, di kawasan wisata ini para pengunjung juga bisa menikmati keindahan danau dengan menyewa perahu.

Pura Goa Lawah
Berjarak sekitar 49 kilometer dari Denpasar, Pura Goa Lawah terletak di Kabupaten Klungkung dan memiliki daya tarik tersendiri karena berada di dalam goa yang ditempati ribuan kelelawar. Pura ini sendiri berada di kawasan Pantai Kusamba dan pengunjung bisa melihat keindahan Nusa Penida, yang berada di sebelah tenggara Pulau Bali, di kejauhan.

Source: www.pegipegi.com